Rabu, 11 Juni 2008

K A U


Kaulah rembulan
Kaulah yang kuharapkan
Kaulah cahaya masa depan

Tapi...

Kau kadang menjengkelkan
Kau kadang membuat aku gak karuan
Kau kadang membuat aku gak berpendirian
Kau kadang membuat aku ingin melupakan

Sekarang kau baik
Besok kau jahat
Sekarang kau manis
Besok kau menjemukan

Kenapa..

Kenapa kau tak selalu seperti yang kuinginkan
Kenapa kau tak selalu seperti yang kuimpikan
Kenapa kau tak selalu seperti yang kudambakan
Kenapa kau tak selalu seperti yang kuharapkan

Hilangkanlah..

Hilangkanlah sifatmu yang tak ku sukai
Hilangkanlah sifatmu yang tak ku senangi
Hilangkanlah sifatmu yang tak ku ingini
Hilangkanlah sifatmu yang tak ku kuridoi

Kadang aku menyukaimu
Kadang aku membencimu
Kadang aku mencintaimu
Kadang aku ingin meninggalkanmu

Mengapa...

Mengapa terjadi pada diriku
Mengapa terjadi pada jalan hidupku

Hanya tuhanlah yang tahu
Kupasrahkan hidupku bersama Mu

Senin, 09 Juni 2008

SUDAH TERLANJUR SAYANG

Sepulang kantor Martin asik bercanda sama anak-anaknya sambil main FS. Tiba-tiba Hand phonenya berdering, setelah diangkat ternyata Shelly yang menelephone.
“ Assalamuallaikum “, suara Shelly diseberang sana.
“ Waallaikum salam “, jawab Martin.
“ Bisa gak minta tolong menjemput saya ke kampus, susah nih mau bawa barang banyak, hari hujan lagi ?’, kata Shelly memohon.
“ Ya, saya jemput, tunggu ya !” jawab Martin.
Mengetahui Martin mau keluar pakai mobil anak-anaknya bertanya.
“Mau kemana, Pah?. “Boleh ikut donk!” pinta anak – anak Martin.
Martin bingung apa alasan yang mau dikemukakan sama anaknya, kalau dibawa nanti anaknya menanyakan siapa yang dijemput, akhirnya Martin berdalih adik teman kantornya yang mau pulang karena hujan minta tolong diantar ke mobil.
“ Papah mau menjemput Tante Sherlly adik OM Beni teman kantor papah”. Jawab Martin.
Anak-anak Martin sudah kenal dengan Beni karena semenjak ibunya meninggal sering dibawa oleh Martin kekantor. Dan kebetulan Beni satu daerah dengan Sherlly tetapi tidak saling mengenal.
Setelah itu untuk mendekatkan dengan Sherlly Martin sering membawa anak-anaknya bila mau ketemuan, dan nampaknya anak-anak Martin menyukai Sherlly dan Sherlly pun bisa mengambil hati anak-anak Martin sehingga mereka jadi cepat akrab. Padahal sebelum kenal Sherlly setiap ada yang ngomong masyalah perempuan dengan Martin, anak-anaknya selalu ngambek seolah tidak boleh dekat papahnya dengan perempuan.
Setiap hari libur Martin dan anak-anak mengajak Sherli pergi tamasya. Mereka sudah saling menyayangi, setiap hari anak- anak Martin pingin main ketempat kost Sherlly yang tidak berapa jauh dari rumah dinas tempat Martin tinggal bersama anak-anaknya.
Suatu hari gara-gara masalah kecil Martin dan Sherlly pernah berselisih paham. Ada beberapa sifat Sherlly yang kurang disukai Martin. Sherlly paling suka mendiamkan suatu masalah yang disampaikan oleh Martin yang seharusnya dibahas untuk kebaikan bersama.
Tapi Sherlly malah minta tidak mau bertemu beberapa waktu dengan alasan tidak mau terlalu ditekan oleh Martin. Cara Sherlly menjawabnya membuat Martin lebih tersinggung dengan mengatakan, “Aku tidak mau bertemu sampai hatiku baik, dan jangan hubungi aku”.
Menurut Martin, sifat Sherlly yang mendiamkan masalah dan menjauh serta tidak mau bertemu bila ada kesalah pahaman itu akan jadi bumerang nanti didalam rumah tangga.
Sebelum menikah tidak terima dinasehati menjauh tidak mau bertemu dan masalah diamkan saja tidak diselesaikan, dan setelah berumah tangga bila tidak terima dinasehati pergi dari rumah. Itu adalah sifat tidak baik bagi seorang istri yang sangat dibenci oleh agama, dan juga sangat tidak diinginkan oleh Martin terjadi didalam keluarganya.
Mungkin maksud Sherlly hanya sekedar untuk menetralisir hatinya untuk beberapa waktu. Dan Sherlly tidak menyangka sifat dan kata-katanya seperti itu yang dianggap biasa saja bisa berakibat fatal terhadap hubungannya dengan Martin.
Bagi Martin kata-kata Sherly tersebut adalah penghinaan pada dirinya. Martin merasa dirinya seolah sebagai benalu yang menumpang hinggap di suatu pohon, yang setiap saat bisa dibuang begitu saja karena tidak dibutuhkan. Walaupun sudah terlanjur sayang sama Sherly, dan anak-anaknya juga sudah menganggap Sherlly seperti keluarga sendiri dan saling menyayangi. Karena harga dirinya merasa dilecehkan dengan gampangnya oleh Sherlly, membuat Martin jadi emosi. Rencana pernikahan yang sudah dirancangnya bersama Sherlly terancam batal.
Meskipun berat hatinya untuk berpisah dengan Sherlly, demi harga dirinya Martin berniat untuk menjauhkan anak-anaknya dari Sherlly, dan dia sendiri berjanji tidak akan menemui Sherlly sebelum Sherlly minta maaf serta berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama dan berusaha untuk memperbaiki semuanya.
Karena kesal dan emosi Martin sempat agak kasar ngomong sama anaknya sewaktu anak-anaknya minta pergi ketempat Sherlly terus.
“ Papah tidak mau kerumah tante Sherlly, dia gak ingin kita datang karena dia sibuk dan tidak mau diganggu, kamu semua pada nakal!” kata Martin kepada anak-anaknya sambil bikin alasan Sherlly lagi sibuk supaya anaknya tidak bertanya-tanya kenapa papahnya tidak mau kesitu.
Setiap habis sholat pun Martin berdoa “Ya Allah ya tuhanku, kalau keberadaannya hanya akan menyakitiku dan anak-anakku, jauhkan lah dia dari kehidupan keluargaku, tetapi kalau kehadirannya dapat penambah kebahagiaan keluargaku satukanlah kami, janganlah ada perselisihpahaman, jauhkanlah sifatnya yang tidak aku dan anak-anakku sukai, dan jauhkanlah sifatku yang tidak dia senangi, satukanlah kami dalam suatu rumah tangga yang bahagia, mawwadah warrahmah serta jauh dari pertengkaran...Aminnnnnnnnnnnnnnn.
Malam itu juga sebelum Martin tertidur, hand phonenya berdering, terdengar suara lembut yang sudah sangat dikenalnya yaitu tidak lain adalah Sherlly. Sherlly menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akanmengulangi lagi dan berusaha untuk memperbaiki sifat-sifatnya yang kurang baik dimata Martin. Sherlly mengatakan sangat tidak menduga kalau hal itu sampai berakibat sepatal itu pada Martin, bahkan Sherlly sempat bilang sama Martin bahwa dia mungkin tidak akan menikah selamanya kalau sampai Martin menggagalkan rencana pernikahannya. Malam itu menjadi malam yang sangat mengharukan bagi mereka berdua walau hanya bertemu melalui hand phone, dan keduanya sama - sama menangis mengucurkan air mata.


Episode selanjutnya (Selingan)

K A U

DAPATKAH KAU MENERIMANYA

Dalam perjalanan ke kekampung Hand phone Martin berdering, Martin tidak mengenal nomor dari pemanggil tersebut, setelah diangkat terdengar suara lembut seorang perempuan diseberang sana “Hallo, saya Shelly yang di FS itu, ini Martin ya, apa kabar ?”.
Setelah mengingat – ingat Martin menjawab “Oh ya aku ingat, Bu dosen Muhammadyah itu kan ?,kabarnya baik aku lagi dalam perjalanan ke Pariaman mau pulang kampung, dan Shelly dimana, masih di kampus ya ?
“Iya, aku lagi nunggu hujan reda mau pulang, didepan kampus, tiba-tiba ingat Martin, maka aku coba telepon aja, gak menganggu kan ?” jawab Shelly lagi.
“Tidak, pada hal tadi aku lagi ingat kamu juga, rencananya tadi aku juga mau nelepon kamu tapi gak jadi karena keburu berangkat”, jawab Martin.
Shelly adalah seorang dosen pada suatu Universitas swasta yang ada di kota yang sama tempat Martin bertugas sebagai pelayanan masyarakat disebuah instansi pemerintah di kota tersebut.
Karena asik ngobrol dari pada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengendara mobil sambil menelepon dalam keadaan cuaca hujan lebat jalan licin, maka Martin sengaja memberhentikan mobilnya dulu ke pinggir.
Semenjak itu Martin sering telepon-teleponan dan saling curhat dengan Shelly. Shelly menyukai Martin yang lebih dewasa, dan Shelly merasa aman bila berada di samping Martin. Shelly mau menerima Martin apa adanya, walaupun Martin berstatus seorang duda beranak empat. Martin pun menerima Shelly dengan segala kelebihan dan kekurangannya, apalagi Martin sangat mengharapkan fiur seorang ibu untuk anak-anaknya yang masih kecil-kecil.
Tapi didalam hatinya Martin tetap berpikir apakah Shelly benar-benar mau menerima Martin dan anak-anaknya yang berjumlah empat orang. Baru menikah langsung dapat anak empat orang. Sebaliknya apakah anak-anaknya mau menerima Shelly sebagai pengganti ibunya yang telah tiada.


Episode selanjutnya :
SUDAH TERLANJUR SAYANG